PEMBELAJARAN E-LEARNING

1. Pengertian  E-Learning

Istilah E–Learning merupakan gabungan dari dua kata yaitu E yang merupakan singkatan dari Electronic (Elektronik) dan Learning (Belajar). Jadi E–Learning adalah Belajar dengan menggunakan bantuan alat Elektronik. Lebih jelasnya E-Learning adalah suatu proses belajar mengajar antara pengajar dengan muridnya tanpa harus bertatap muka satu sama lain. Hal itu dikarenakan bantuan alat elektronik (tepatnya PC) yang terkoneksi dengan Internet sehingga siswa dapat belajar di manapun dan kapanpun tanpa harus datang ke kampus atau ke sekolah.

 E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.

Untuk lebih jauh memahami  pengertian e-learning,tidak bisa kita artikan berdasarkan satu definisi tertentu, harus pula kita tinjau dari definisi-definisi lain. Ada banyak pengertian e-learning menurut para ahli,yang dilihat dari berbagai sudut pandang.Beberapa pengertian tersebut, diantaranya :

a.E-learning merupakan suatu  jenis belajar mengajar  yang  memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain [Hartley, 2001].

b. E-learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone [LearnFrame.Com, 2001]

.c. E-learning adalah semua yang mencakup pemanfaatan komputer dalam menunjang peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk di dalamnya penggunaan mobile technologies seperti PDA dan MP3 players. Juga penggunaan teaching materials berbasis web dan  hypermedia, multimedia CD-ROM atau web sites, forum diskusi, perangkat lunak kolaboratif, e-mail, blogs, wikis, computer aided assessment, animasi pendidkan, simulasi, permainan, perangkat lunak manajemen pembelajaran, electronic voting systems, dan lain-lain. Juga dapat berupa kombinasi dari penggunaan media yang berbeda [Thomas Toth, 2003; Athabasca University, Wikipedia].

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatu e-learning. E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahaan konsultan) yang memang bergerak dibidang penyediaan jasa e-learning untuk umum.

E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).

Ada beberapa ciri khas pembelajaran e-learning,diantaranya:

  • Pembelajaran jarak jauh.

E-Learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Semarang, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved.

Pembelajar belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah dengan memanfaatkan koneksi jaringan lokal ataupun jaringan Internet ataupun menggunakan media CD/DVD yang telah disiapkan. Materi belajar dikelola oleh sebuah pusat penyedia materi di kampus/universitas, atau perusahaan penyedia content tertentu. Pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat dari mana ia mengakses pelajaran.

  • Pembelajaran dengan perangkat komputer

E-Learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam e-Learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi pelajaran dapat diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar.

  • Pembelajaran formal vs. informal

E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-Learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-Learning untuk umum. E-Learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).

2. Sejarah dan Perkembangan E-learning

E-pembelajaran atau pembelajaran elektronik pertama kali diperkenalkan oleh universitas Illinois di Urbana-Champaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer (computer-assisted instruction ) dan komputer bernama PLATO. Sejak itu, perkembangan E-learning dari masa ke masa adalah sebagai berikut:

(1) Tahun 1990 

 Era CBT (Computer-Based Training) di mana mulai bermunculan aplikasi e-learning yang berjalan dalam PC standlone ataupun berbentuk kemasan CD-ROM. Isi materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (Video dan AUDIO) DALAM FORMAT mov, mpeg-1, atau avi.

(2) Tahun 1994 

 Seiring dengan diterimanya CBT oleh masyarakat sejak tahun 1994 CBT muncul dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara massal.

(3) Tahun 1997 

LMS (Learning Management System). Seiring dengan perkembangan teknologi internet, masyarakat di dunia mulai terkoneksi dengan internet. Kebutuhan akan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat mulai dirasakan sebagai kebutuhan mutlak , dan jarak serta lokasi bukanlah halangan lagi. Dari sinilah muncul LMS. Perkembangan LMS yang makin pesat membuat pemikiran baru untuk mengatasi masalah interoperability antar LMS yang satu dengan lainnya secara standar. Bentuk standar yang muncul misalnya standar yang dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Commettee), IMS, SCORM, IEEE LOM, ARIADNE, dsb.

(4) Tahun 1999

Pada tahun 1999, sebagai tahun Aplikasi E-learning berbasis Web. Perkembangan LMS menuju aplikasi e-learning berbasis Web berkembang secara total, baik untuk pembelajar (learner) maupun administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar. Isinya juga semakin kaya dengan perpaduan multimedia , video streaming, serta penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, dan berukuran kecil.

 3. Kelebihan dan Kelemahan E-Learning

3.1. Kelebihanan E-learning

Manfaat e-learning juga dapat dilihat dari 2 sudut pandang :

a. Manfaat bagi siswa
Dengan kegiatan e-Learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar yang tinggi. Artinya, kita dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Selain itu kita juga dapat berkomunikasi dengan guru/dosen setiap saat, misalnya melalui chatting dan email. Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses melalui internet, maka kita dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana saja, juga tugas-tugas pekerjaan rumah dapat diserahkan kepada guru/dosen begitu selesai dikerjakan.

b. Manfaat bagi pengajar
Dengan adanya kegiatan e-Learning manfaat yang diperoleh guru/dosen antara lain adalah bahwa guru/dosen/ instruktur akan lebih mudah melakukan pembaruan materi maupun model pengajaran sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi, juga dapat dengan efisien mengontrol kegiatan belajar siswanya.

Beberapa manfaat e-learning secara umum adalah sebagai berikut :


 Fleksibilitas

 e-learning memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat
untuk mengakses pelajaran. Siswa tidak perlu mengadakan perjalanan menuju tempat
pelajaran disampaikan, e-learning bisa diakses dari mana saja yang memiliki akses ke
Internet. Bahkan, dengan berkembangnya mobile technology (dengan telepon selular jenis
tertentu), semakin mudah mengakses e-learning.

Independent Learning

. E-learning memberikan kesempatan bagi pembelajar untuk
memegang kendali atas kesuksesan belajar masing-masing, artinya pembelajar diberi
kebebasan untuk menentukan kapan akan mulai, kapan akan menyelesaikan, dan bagian
mana dalam satu modul yang ingin dipelajarinya terlebih dulu. Ia bisa mulai dari topik-topik
ataupun halaman yang menarik minatnya terlebih dulu, ataupun bisa melewati saja bagian
yang ia anggap sudah ia kuasai. Jika ia mengalami kesulitan untuk memahami suatu bagian,
ia bisa mengulang-ulang lagi sampai ia merasa mampu memahami. Seandainya, setelah
diulang masih ada hal yang belum ia pahami, pembelajar bisa menghubungi instruktur, nara
sumber melalui email atau ikut dialog interaktif pada waktu-w

 

Lebih mudah mendapatkan materi atau info
Jika kita menggunakan sistem pembelajaran berbasis e-learning, kita akan lebih mudah untuk mencari dan mendapatkan materi atau info. Tinggal ketik apa yang kita cari, tunggu sebentar, kita langsung dapat materinya.

Bisa mendapatkan materi yang lebih banyak
Kita bisa mendapatkan banyak sekali materi, tidak hanya dari dalam negeri, bahkan kita bisa mencari materi yang berasal dari luar negeri yang tentunya akan menambah wawasan bagi kita dan juga bisa untuk meningkatkan hasil belajar kita.


Dapat berinteraksi langsung dengan siapapun

Seorang mahasiswa bisa saja bertanya pada temannya materi apa yang diajarkan hari ini atau tugas apa yang diberikan, jika hari itu dia tidak bisa berangkat karena suatu alasan. Dia juga bisa bertanya langsung pada dosennya apa materi yang diajarkan tadi atau tugas apa yang diberikannya. Dalam berinteraksi, dia bisa menggunakan media tulisan. Dia mengetik apa yang akan dibicarakan atau ditanyakan kemudian dikirim ke alamat yang dituju. Dia juga bisa berinteraksi langsung, bisa bertatap muka dan berbicara langsung dengan orang yang diajak bicara. Karena kemajuan teknologi, sekarang hal itu bisa terjadi dengan alat yang bernama webcam.

Bisa tahu materi atau tugas lebih awal
Mahasiswa bisa melihat jadwal atau tugas yang diberikan oleh dosennya yang sudah di upload. Jadi, mahasiswa sudah tahu apa yang akan dilakukan hari ini dan dapat mempersiapkannya lebih awal.

 

   3.2. Kelemahan E-learning


Ada beberapa kelemahan dalam e-learning yang sering menjadi pembicaraan, antara lain kemungkinan adanya kecurangan, plagiasi, dan pelanggaran hak cipta. Kuldep Nagi dari Amerika, memberikan ide untuk mengaktifkan diskusi kelompok secara online dan membatasi kadaluwarsa soal-soal ujian.


Selain itu, pengajar (guru) juga harus memberikan interaksi yang responsif dan berkelanjutan untuk mengenal siswa lebih jauh dan dapat melihat minatnya, memberikan ujian berupa analisa atas suatu kasus yang berbeda, serta memintanya untuk menjelaskan logika yang menjadi analisa tersebut.


Emil Marais dan Basie von Solms dari Afrika Selatan menambahkan perlunya penyediaan alat bantu untuk membatasi akses ilegal ke dalam proses pembelajaran, baik dengan menggunakan password ataupun akses dari nomor IP (Internet Protocol) tertentu untuk mengurangi kecurangan dalam praktik e-learning.


Kelemahan yang paling mendasar dari e-learning adalah kecurangan, plagiasi, dan pelanggaran hak cipta. Sesuai data dari Microsoft Corporation, pada tahun 2006 Indonesia menduduki peringkat ke dua terbesar dalam pembajakan di dunia maya (internet) pada khususnya dan penggunaan software di PC (Personal Computer) pada umumnya. Hal tersebut membuktikan bahwa internet dalam hal ini e-learning masih banyak sekali kekurangannya. Pembelajaran dengan menggunakan e-learning juga harus membutuhkan jaringan internet untuk pembelajaran jarak jauh. Padahal tidak semua instansi memiliki jaringan internet. Program-program dalam e-learning juga membutuhkan Personal Computer (PC) dengan spesifikasi yang cukup canggih agar program bisa berjalan dengan baik. Walaupun programer sudah menyediakan fasilitas password atau pengaman tetapi tangan-tangan jahil masih banyak yang merusaknya atau membajaknya. Walaupun demikian, e-learning sebagai suatu inovasi dalam proses pembelajaran sudah memberikan warna baru cara belajar jarak jauh yang mandiri.

Kehadiran guru sebagai makhluk yang hidup yang dapat berinteraksi secara langsung dengan para murid telah menghilang dari ruang-ruang elektronik e-learning ini. Inilah yang menjadi ciri khas dari kekurangan e-learning yang tidak bagus. Sebagaimana asal kata dari e-learning yang terdiri dari e (elektronik) dan learning (belajar), maka sistem ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.

4. Penerapan E-Learning di Indonesia

Di Era Globalisasi ini Internet merupakan media yang sangat cepat dalam perkembangannya. Semua Informasi tersedia di Internet dan dapat diakses oleh siapa saja dengan mudah, fleksibel ,cepat dan akurat. Hal inilah yang melandasi adanya ide untuk memanfaatkan Internet sebagai media pembelajaran dalam rangka memajukan pendidikan di Indonesia.

Saat ini penerapan E-Learning di Indonesia kurang bagus. Hal itu karena besarnya biaya yang dibutuhkan dalam pengaplikasian E-Learning. Tidak semua perguruan tinggi menggunakan E-Learning dalam proses pembelajarannnya. Hanya perguruan tinggi yang besar saja (mampu dalam hal keuangan) yang mengaplikasikan E-Learning dalam penyampaian bahan ajarnya, itupun tidak semua perguruan tinggi mengaplikasikannya.

Berdasarkan hasil survey yang diamati, beberapa perguruan tinggi di Indonesia yang mengaplikasikan E-Learning masih sangat sedikit.  Diantaranya adalah UNP (Universitas Negeri Padang), UGM (Universitas Gadjah Mada) dan ITB (Institut Teknologi Bogor). Dari ketiga perguruan tinggi diatas telah diketahui bahwa ketiga perguruan tinggi tersebut memiliki dana yang cukup untuk membangun jaringan E-Learning sehingga bisa mengaplikasikan E-Learning dalam proses pembelajarannya. Demikian pula halnya untuk tingkat sekolah menengah. Masih sangat sedikit sekolah yang mampu menerapkan dan mengaplikasikan metode E-learning dalam kegitan belajar mengajar. Namun wadah-wadah kependidikan itu sanagt menyadari akan pentingnya upaya untuk menjembatani adanya radiasi globalisasi, sehingga usaha – usaha untuk memajukan pembelajaran dengan e-lerning selalu di upayakan. 

Antusias pelajar / mahasiswa terhadap penerapan E-Learning dalam proses pembelajaran merupakan kendala tersendiri dalam pengembangan aplikasi E-Learning di Indonesia. Hal itu juga dilandasi oleh beberapa faktor, diantaranya banyak pelajar yang tidak mau tahu dengan perkenbangan Internet saai ini, mahalnya biaya penggunaan Internet bagi ukuran kantong pelajar, dan masih banyak faktor lain yang melandasinya.

Penerapan E-Learning di Indonesia akan berjalan dengan baik jika faktor yang menghambatnya dapat teratasi. Dari pihak universitas harus berusaha bagaimana caranya dapat membangun jaringan E-Learning dan menarik minat mahasiswa untuk menggunakannya dengan cara menyediakan fasilitas untuk penggunaan E-Learning.

 

SOAL IPA SMA

uuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ULUM dah deket yawwwww!!!!

kalian semua udh pda siap lom buat ngadepin ULUM kali ini????

kl belum kalian mesti mulai belajar dari sekarang buat jawab-jawab soal latihan,,,terutama pelajaran yang menurut kalian sush…. heheheh

disini kalian semua bisa belajar tentang soal-soal IPA SMA n silakan DOWNLOAD langsung biar bisa kalian semua pelajari!!!

SELAMAT MENCOBA SOAL-SOALnya YAW… SEMANGAT

 

LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN PROGRAM KALKULATOR SEDERHANA

Untuk lebih mengetahui bagaimana cara pembuatan dan penggunaan program kalkulator sederhana, kalian dapat melihatnya langsung di sini (silakan Download)

PROGRAM KALKULATOR SEDERHANA

Disini kalian dapat mengetahui program untuk menghitung dengan cepat. untuk mengetahui bagaimana programnDisini kalian dapat mengetahui program untuk menghitung dengan cepat. untuk mengetahui bagaimana programnya, silakan download

MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBENTUK GRAFIK MENGGUNAKAN MICROSOFT EXCEL

Microsoft Excel atau Microsoft Office Excel adalah sebuah program aplikasi lembar kerja spreadsheet yang dibuat dan di distribusikan oleh Microsoft Corporation untuk system operasi Microsoft Windows dan Mac OS. Aplikasi ini memiliki fitur kalkulasi dan pembuatan grafik dengan menggunakan strategi marketing Microsoft yang agresif, menjadikan Microsoft Excel sebagai salah satu program computer yang paling popular digunakan dalam computer mikro hingga saat ini. Bahkan, saat ini program ini merupakan program spreadsheet paling banyak digunakan oleh banyak pihak. Aplikasi ini merupakan bagian dari Microsoft Office System, dan versi terakhir adalah versi Microsoft Office Excel 2007 yang di integrasikan di dalam paket Microsoft Office System 2007.

Beberapa unsur-unsur penting pada Microsoft Excel, antara lain :

  1. Menu bar

Merupakan sarana untuk menjalankan perintah yang terdiri dari  File, Edit, View, Insert, Format, Tools, Data, Window dan Help. Masing- masing menu mempunyai submenu yang terdapat didalamnya.

  1. Tool Bar

berisi tombol yang dapat digunakan untuk menjalankan perintah  langsung tanpa harus lewat menu.

  1. Worksheet

berupa buku kerja yang terdiri dari lembaran-lembaran yang   disebut sheet atau lembaran.

  1. Sel

pada Excel berupa kotak kecil yang diberi nama berdasarkan kolom dengan hurup dan baris dengan angka.

  1. Formula bar

adalah tempat yang digunakan untuk menuliskan formula atau rumus matematika tertentu.

Dalam Microsoft Excel terdapat fasilitas yang disebut dengan Formula Array. Formula Array merupakan tool yang sangat berguna dari Excel. Sebuah formula array adalah formula yang bekerja dengan array, atau deret data. Ada dua kelompok formulas array: pertama yang berhubungan dengan array atau deret data dan menjumlahkan, biasanya dengan menggunakan SUM, AVERAGE, atau COUNT, dan menghasilkan nilai tunggal dalam sebuah sell. Hasil dari formula array adalah nilai tunggal. Yang kedua adalah formula array yang menghasilkan dua sel atau lebih. formula array jenis ini akan menghasilkan nilai array.

Formula digunakan untuk mentransformasi data yang ada pada beberapa cell  menjadi data baru. Formula diketik pada Formula bar dengan diawali tanda sama dengan (=).

Beberapa contoh formula dan artinya :

  1. =D4+E4+F4 adalah perintah untuk menjumlahkan bilangan-bilangan yang ada didalam cell D4, cell E4 dan cell F4.
  2. =avarage(D4:F4) adalah perintah untuk menghitung nilai rata-rata data yang terdapat dalam cell D4 sampai dengan cell F4 (bergerak ke kanan).
  3. =max(F4:F18) adalah perintah untuk menentukan bilangan terbesar diantara bilangan-bilangan yang terdapat pada cell F4 sampai dengan cell F18. Untuk membuat data baru hasil tranformasi data yang telah ada kita harus menempatkannya pada cell yang masih kosong.

Selain Formula Array, Microsoft Excel juga menyediakan fasilitas chart (grafik). Pembuatan grafik (Chart) excel secara dinamis dapat dilakukan dengan tanpa harus menggunakan VBA excel. Anda dapat menggunakan formula vector untuk membuat grafik yang dinamis. Data yang diperoleh dapat diubah-ubah sesuai dengan menggunakan data matrik.

Penyajian data yang menggunakan tabel atau bahkan deretan angka- angka yang banyak biasanya tidak gampang dipahami. Sebagai gantinya untuk beberapa keperluan tertentu data lebih menarik disajikan dalam bentuk diagram atau chart. Banyak pilihan diagram yang disediakan oleh Excel, misalnya digram pohon, diagram garis, diagram pencar dan lain sebagainya, ditambah lagi banyak variasi tampilan yang dapat dibuat. Sebelum membuat diagram, kita klik dulu chart wizard pada toolbar  sehingga muncul tampilan berikut :

Microsoft Excel merupakan sebuah aplikasi computer yang memilki banyak kegunaan seperti untuk pembuatan laporan keuangan, pembuatan statistik sebuah perusahaan dan siapa sangka dengan memanfaatkan “shapes tool” pada Microsoft Excel 2003 atau 2007 kita dapat menggambar bahkan hasilnya tak kalah hebat ketika anda menggambar pada aplikasi yang memang dirancang untuk menggmbar seperti Corel, Photoshop dan aplikasi lainnya.

Dalam bidang pendidikan, mungkin tidak semua orang tau bahwa Microsoft Excel dapat digunakan sebagai media pembelajaran terutama dalam pelajaran matematika dan pelajaran fisika. Dengan hanya memanfaatkan fasilitas Chart (grafik) dan Formula –formula dalam Microsoft Excel kita sudah dapat membuat sebuah media pembelajaran yang bisa digunakan oleh seorang guru untuk menjelaskan suatu materi yang memerlukan kemahiran menggambar untuk menjelaskan materi tersebut seperti materi lingkaran, elips, persamaan kuadrat, transpormasi metriks dan lain-lain.

Contoh media pembelajaran matematika yang dapat dibuat dari Microsoft Excel adalah grafik persamaan garis lurus.

Dongeng dan Matematika

Menyediakan buku-buku cerita baik itu kisah ataupun dongeng sepertinya merupakan sebuah keharusan bagi Anda jika Anda memiliki anak kecil di rumah. Ada banyak buku cerita tersedia yang bisa Anda pilih sesuai keinginan Anda dan anak Anda tentunya.

Ya, anak kecil senang sekali ketika mereka mendengarkan sebuah kisah atau dongeng. Membacakan cerita kepadanya tentunya merupakan sebuah ide bagus.

Bacakan beberapa cerita kepada anak ketika menjelang tidur di malam hari, atau kapanpun ketika dia menginginkannya. Bacakanlah dengan suara nyaring kepada mereka. Jangan lupa, sedikit ekspresi mungkin diperlukan ketika Anda bercerita.

Lalu apa hubungannya dengan matematika?

Berikut adalah tips mendongeng atau bercerita jika Anda ingin memberi pengalaman lebih dengan berbagai cerita yang Anda bacakan. Pengalaman lebihnya adalah, anak Anda diajarkan matematika secara tidak langsung melalui cerita-cerita itu.

  1. Pastikan anak nyaman sehingga dia akan menyimak cerita yang Anda bacakan dengan serius dan rasa penasaran.
  2. Ajukan beberapa pertanyaan di setiap penggalan cerita yang telah Anda bacakan untuk menarik perhatian serta mengetahui keseriusan dan daya tangkapnya. Pertanyaan yang diajukan hendaknya tidak bersifat menguji ketepatan dan memaksa anak untuk menjawabnya.
  3. Pertanyaan yang diajukan menanyakan kisah yang baru saja diceritakan, bisa juga menanyakan jalan cerita selanjutnya menurut perkiraan anak.
  4. Jika anak memiliki buku cerita favorit dan sering minta dibacakan, suruhlah suatu waktu dia menceritakan sendiri cerita favoritnya itu dengan bahasanya sendiri. Bisa juga dengan cara, Anda bacakan ceritanya itu tetapi jalan ceritanya berbeda (sengaja dibuat salah dengan dibuat berbeda). Anak pasti akan segera protes dan meluruskan cerita seperti yang diketahuinya.
  5. Beri penekanan dan pengulangan setiap hal yang mengandung unsur-unsur bilangan dan hitungan, ukuran jarak, berat, waktu, perbandingan, dan sebagainya. Ajukan pertanyaan yang berkaitan dengan hal itu. Misalnya pada cerita berikut ini, “Di sebuah hutan yang lebat tinggallah sekelompok binatang, yang terdiri dari lima ekor gajah, kelima ekor gajah itu masing-masing namanya Kaka, Kiki, Keke, Koko, dan Kuku.”, langsung Anda tanyakan: “Di hutan gajahnya ada berapa?”, “Namanya siapa aja ya?”
  6. Jika memungkinkan, Anda bisa mencarikan anak bacaan cerita yang memang didalamnya mengandung matematika.
  7. Simaklah jika tiba giliran anak bercerita. Ajukan berbagai pertanyaan untuk merangsang imajinasinya ketika bercerita.Lewat bercerita anak diajarkan bagaimana berimajinasi.

    Pada kenyataanya, imajinasi itu memang diperlukan dalam matematika. Banyak ilmuwan terkemuka berhasil menemukan teori-teorinya bermula dari daya imajinasi cerdasnya yang cukup tinggi.

    Jadi kesimpulannya, segeralah berburu buku-buku cerita untuk anak dan selamat berimajinasi bersama mereka ^_^!

CANDI BOROBUDUR

CANDI BOROBUDUR

Borobudur merupakan candi terbesar di Indonesia. Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, sekitar 40 km dari Yogyakarta. Selain menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi, candi Borobudur juga menjadi pusat ibadat bagi penganut Buddha di Indonesia khususnya pada setiap perayaan Waisak. Arti nama Borobudur yaitu “biara di perbukitan”, yang berasal dari kata “bara” (candi atau biara) dan “beduhur” (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadat penganut Buddha. Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat. Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.

  • Kamadhatu, bagian dasar Borobudur, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu.
  • Rupadhatu, empat tingkat di atasnya, melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha diletakkan terbuka.
  • Arupadhatu, tiga tingkat di atasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang. Melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk.
  • Arupa, bagian paling atas yang melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.

Setiap tingkatan memiliki relief-relief indah yang menunjukkan betapa mahir pembuatnya. Relief itu akan terbaca secara runtut bila anda berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, yaitu Ramayana. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (Semarang). Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha.

Materi Candi Borobudur
Candi Borobudur merupakan candi terbesar kedua setelah Candi Ankor Wat di Kamboja. Luas bangunan Candi Borobudur 15.129 m2 yang tersusun dari 55.000 m3 batu, dari 2 juta potongan batu-batuan. Ukuran batu rata-rata 25 cm X 10 cm X 15 cm. Panjang potongan batu secara keseluruhan 500 km dengan berat keseluruhan batu 1,3 juta ton. Dinding-dinding Candi Borobudur dikelilingi oleh gambar-gambar atau relief yang merupakan satu rangkaian cerita yang terususun dalam 1.460 panel. Panjang panel masing-masing 2 meter. Jika rangkaian relief itu dibentangkan maka kurang lebih panjang relief seluruhnya 3 km. Jumlah tingkat ada sepuluh, tingkat 1-6 berbentuk bujur sangkar, sedangkan tingkat 7-10 berbentuk bundar. Arca yang terdapat di seluruh bangunan candi berjumlah 504 buah. Tinggi candi dari permukaan tanah sampai ujung stupa induk dulunya 42 meter, namun sekarang tinggal 34,5 meter setelah tersambar petir.

Menurut hasil penyelidikan seorang antropolog-etnolog Austria, Robert von Heine Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia sudah mengenal tata budaya pada zaman Neolithic dan Megalithic yang berasal dari Vietnam Selatan dan Kamboja. Pada zaman Megalithic itu nenek moyang bangsa Indonesia membuat makam leluhurnya sekaligus tempat pemujaan berupa bangunan piramida bersusun, semakin ke atas semakin kecil. Salah satunya yang ditemukan di Lebak Sibedug Leuwiliang Bogor Jawa Barat. Bangunan serupa juga terdapat di Candi Sukuh di dekat Solo, juga Candi Borobudur. Kalau kita lihat dari kejauhan, Borobudur akan tampak seperti susunan bangunan berundak atau semacam piramida dan sebuah stupa. Berbeda dengan piramida raksasa di Mesir dan Piramida Teotihuacan di Meksiko Candi Borobudur merupakan versi lain bangunan piramida. Piramida Borobudur berupa kepunden berundak yang tidak akan ditemukan di daerah dan negara manapun, termasuk di India. Hal tersebut merupakan salah satu kelebihan Candi Borobudur yang merupakan kekhasan arsitektur Budhis di Indonesia.

 GALERI :

Previous Older Entries