CANDI BOROBUDUR

CANDI BOROBUDUR

Borobudur merupakan candi terbesar di Indonesia. Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, sekitar 40 km dari Yogyakarta. Selain menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi, candi Borobudur juga menjadi pusat ibadat bagi penganut Buddha di Indonesia khususnya pada setiap perayaan Waisak. Arti nama Borobudur yaitu “biara di perbukitan”, yang berasal dari kata “bara” (candi atau biara) dan “beduhur” (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadat penganut Buddha. Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat. Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.

  • Kamadhatu, bagian dasar Borobudur, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu.
  • Rupadhatu, empat tingkat di atasnya, melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha diletakkan terbuka.
  • Arupadhatu, tiga tingkat di atasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang. Melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk.
  • Arupa, bagian paling atas yang melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.

Setiap tingkatan memiliki relief-relief indah yang menunjukkan betapa mahir pembuatnya. Relief itu akan terbaca secara runtut bila anda berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, yaitu Ramayana. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (Semarang). Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha.

Materi Candi Borobudur
Candi Borobudur merupakan candi terbesar kedua setelah Candi Ankor Wat di Kamboja. Luas bangunan Candi Borobudur 15.129 m2 yang tersusun dari 55.000 m3 batu, dari 2 juta potongan batu-batuan. Ukuran batu rata-rata 25 cm X 10 cm X 15 cm. Panjang potongan batu secara keseluruhan 500 km dengan berat keseluruhan batu 1,3 juta ton. Dinding-dinding Candi Borobudur dikelilingi oleh gambar-gambar atau relief yang merupakan satu rangkaian cerita yang terususun dalam 1.460 panel. Panjang panel masing-masing 2 meter. Jika rangkaian relief itu dibentangkan maka kurang lebih panjang relief seluruhnya 3 km. Jumlah tingkat ada sepuluh, tingkat 1-6 berbentuk bujur sangkar, sedangkan tingkat 7-10 berbentuk bundar. Arca yang terdapat di seluruh bangunan candi berjumlah 504 buah. Tinggi candi dari permukaan tanah sampai ujung stupa induk dulunya 42 meter, namun sekarang tinggal 34,5 meter setelah tersambar petir.

Menurut hasil penyelidikan seorang antropolog-etnolog Austria, Robert von Heine Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia sudah mengenal tata budaya pada zaman Neolithic dan Megalithic yang berasal dari Vietnam Selatan dan Kamboja. Pada zaman Megalithic itu nenek moyang bangsa Indonesia membuat makam leluhurnya sekaligus tempat pemujaan berupa bangunan piramida bersusun, semakin ke atas semakin kecil. Salah satunya yang ditemukan di Lebak Sibedug Leuwiliang Bogor Jawa Barat. Bangunan serupa juga terdapat di Candi Sukuh di dekat Solo, juga Candi Borobudur. Kalau kita lihat dari kejauhan, Borobudur akan tampak seperti susunan bangunan berundak atau semacam piramida dan sebuah stupa. Berbeda dengan piramida raksasa di Mesir dan Piramida Teotihuacan di Meksiko Candi Borobudur merupakan versi lain bangunan piramida. Piramida Borobudur berupa kepunden berundak yang tidak akan ditemukan di daerah dan negara manapun, termasuk di India. Hal tersebut merupakan salah satu kelebihan Candi Borobudur yang merupakan kekhasan arsitektur Budhis di Indonesia.

 GALERI :

Iklan

MUSEUM GEOLOGI BANDUNG

MUSEUM GEOLOGI BANDUNG

Museum Geologi didirikan pada tanggal 16 Mei 1928. Dalam Museum ini, tersimpan dan dikelola materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral. Seiring dengan perkembangan zaman, pada tahun 1999 Museum Geologi direnovasi. Dengan penataan yang baru ini peragaan Museum Geologi terbagi menjadi 3 ruangan yang meliputi Sejarah Kehidupan, Geologi Indonesia, serta Geologi dan Kehidupan Manusia. Sedangkan untuk koleksi dokumentasi, tersedia sarana penyimpan koleksi yang lebih memadai. Diharapkan pengelolaan contoh koleksi di Museum Geologi akan dapat lebih mudah diakses oleh pengguna baik peneliti maupun grup industri. Guna lebih mengoptimalkan perananya sebagai lembaga yang memasyarakatkan ilmu geologi, Museum Geologi juga mengadakan kegiatan antara lain penyuluhan, pameran, seminar serta kegiatan survei penelitian untuk pengembangan peragaan dan dokumentasi koleksi.

Pergeseran fungsi museum, seirama dengan kemajuan teknologi, menjadikan museum geologi sebagai :

  • Tempat pendidikan luar sekolah yang berkaitan dengan bumi dan usaha pelestariannya.
  • Tempat orang melakukan kajian awal sebelum penelitian lapangan. Dimana Museum Geologi sebagai pusat informasi ilmu kebumian yang menggambarkan keadaan geologi bumi Indonesia dalam bentuk kumpulan peraga.
  • Objek geowisata yang menarik.

Museum Geologi terbagi menjadi beberapa ruang pamer yang menempati lantai I dan II. Berikut ini merupakan ruangan-ruangan yang berada di kedua lantai Museum Geologi serta fungsi dan isi dari ruangan tersebut.

1. Lantai I
Terbagi menjadi 3 ruang utama : Ruang orientasi di bagian tengah, Ruang Sayap Barat dan Ruang Sayap Timur.

1. 1 Ruang Orientasi
Berisi peta geografi Indonesia dalam bentuk relief layar lebar yang menayangkan kegiatan geologi dan museum dalam bentuk animasi, bilik pelayanan informasi museum serta bilik pelayanan pendidikan dan penelitian.

1. 2 Ruang Sayap Barat
Dikenal sebagai Ruang Geologi Indonesia, yang terdiri dari beberapa bilik yang menyajikan informasi tentang:

  • Hipotesis terjadinya bumi di dalam sistem tata surya.
  • Tatanan tektonik regional yang membentuk geologi Indonesia; diujudkan dalam bentuk maket model gerakan lempeng-lempeng kulit bumi aktif.
  • Keadaan geologi sumatera,Jawa, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara serta Irian Jaya.

Selain maket dan panel-panel informasi, masing-masing bilik di ruangan ini juga memamerkan beragam jenis batuan (beku, sedimen, malihan) dan sumber daya mineral yang ada di setiap daerah.Dunia batuan dan mineral menempati bilik di sebelah baratnya, yang memamerkan beragam jenis batuan, mineral dan susunan kristalografinya dalam bentuk panel dan peraga asli. Masih di dalam ruangan yang sama, dipamerkan kegiatan penelitian geologi Indonesia termasuk jenis-jenis peralatan/perlengkapan lapangan, sarana pemetaan dan penelitian serta hasil akhir kegiatan seperti peta (geolologi, geofisika, gunung api, geomorfologi, seismotektonik dan segalanya) dan publikasi-publikasi sebagai sarana pemasyarakan data dan informasi geologi Indonesia. Ujung ruang sayap barat adalah ruang kegunung apian, yang mempertunjukkan keadaan beberapa gunung api aktif di Indonesia seperti : Tangkuban Perahu, Krakatau, Galunggung, Merapi dan Batu. Selain panel-panel informasi ruangan ini dilengkapi dengan maket kompleks Gunung api Bromo-Kelut-Semeru. Beberapa contoh batuan hasil kegiatan gunung api tertata dalam lemari kaca.

1. 3 Ruang Sayap Timur
Ruangan yang mengambarkan sejarah pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, dari primitif hingga moderen, yang mendiami planet bumi ini dikenal sebagai ruang sejarah kehidupan.

2. Lantai II
Terbagi menjadi 3 ruangan utama: ruang barat, ruang tengah dan ruang timur

2. 1 Ruang barat
dipakai oleh staf museum.

Sementara ruang tengah dan ruang timur di lantai II yang digunakan untuk peragaan dikenal sebagai ruang geologi untuk kehidupan manusia.

2. 2 Ruang Tengah
Berisi maket pertambangan emas terbesar di dunia, yang terletak di Pegunungan Tengan Irian Jaya. Tambang terbuka Gransberg yang mempunyai cadangan sekitar 1,186 milyar ton; dengan kandungan tembaga 1,02%, emas 1,19 gram/ton dan perak 3 gram/ton. Gabungan beberapa tambang terbuka dan tambang bawahtanah aktif di sekitarnya memberikan cadangan bijih sebanyak 2,5 milyar ton. Bekas Tambang Ertsberg (Gunung Bijih) di sebelah tenggara Grasberg yang ditutup pada tahun 1988 merupakan situs geologi dan tambang yang dapat dimanfaatkan serta dikembangkan menjadi objek geowisata yang menarik. Beberapa contoh batuan asal Irian Jaya (Papua) tertata dan terpamer dalam lemari kaca di sekitar maket. Miniatur menara pemboran minyak dan gas bumi juga diperagakan di sini.

2. 3 Ruang Timur
Terbagi menjadi 7 ruangan kecil, yang kesemuanya memberikan informasi tentang aspek positif dan negatif tataan geologi bagi kehidupan manusia, khususnya di Indonesia.

  • Ruang 1 menyajikan informasi tentang manfaat dan kegunaan mineral atau batu bagi manusia, serta panel gambar sebaran sumber daya mineral di Indonesia.
  • Ruang 2 menampilkan rekaman kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral.
  • Ruang 3 berisi informasi tentang pemakaian mineral dalam kehidupan sehari-hari, baik secara tradisional maupun moderen.
  • Ruang 4 menunjukkan cara pengolahan dan pengelolaan komoditi mineral dan energi
  • Ruang 5 memaparkan informasi tentang berbagai jenis bahaya geologi (aspek negatif) seperti tanah longksor, letusas gunung api dan sebagainya.
  • Ruang 6 menyajikan informasi tentang aspek positif geologi terutama berkaitan dengan gejala kegunung apian.
  • Ruang 7 menjelaskan tentang sumber daya air dan pemanfaatannya, juga pengaruh lingkungan terhadap kelestarian sumber daya tersebut.

GALERI :

 

 

MONAS

MONAS

Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB.

Ukuran dan Isi Monas

Monas dibangun setinggi 132 meter dan berbentuk lingga yoni. Seluruh bangunan ini dilapisi oleh marmer. Bagian – bagian dari bangunan ini antara lain :

  • Lidah Api

Di bagian puncak terdapat cawan yang di atasnya terdapat lidah api dari perunggu yang tingginya 17 meter dan diameter 6 meter dengan berat 14,5 ton. Lidah api ini dilapisi emas seberat 45 kg. Lidah api Monas terdiri atas 77 bagian yang disatukan.

  • Pelataran Puncak

Pelataran puncak luasnya 11x11m. Untuk mencapai pelataran puncak, pengunjung bisa menggunakan lift dengan lama perjalanan sekitar 3 menit. Di sekeliling lift terdapat tangga darurat. Dari pelataran puncak Monas, pengunjung bisa melihat gedung-gedung pencakar langit di kota Jakarta. Bahkan jika udara cerah, pengunjung dapat melihat Gunung Salak di Jawa Barat maupun Laut Jawa dengan Kepulauan Seribu.

  • Pelataran Bawah

Pelataran bawah luasnya 45×45 m. Tinggi dari dasar Monas ke pelataran bawah yaitu 17 meter. Di bagian ini pengunjung dapat melihat Taman Monas yang merupakan hutan kota yang indah.

  • Museum Sejarah Perjuangan Nasional

Di bagian bawah Monas terdapat sebuah ruangan yang luas yaitu Museum Nasional. Tingginya yaitu 8 meter. Museum ini menampilkan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Luas dari museum ini adalah 80×80 m. Pada keempat sisi museum terdapat 12 diorama (jendela peragaan) yang menampilkan sejarah Indonesia dari jaman kerajaan-kerajaan nenek moyang Bangsa Indonesia hingga G30S PKI.

BANGUN DATAR SEGITIGA

Disini kita akan mempelajari lebih dalam mengenai Bangun Datar Segitiga!!! Semoga dengan membaca tulisan ini,,,kalian dapat lebih memahami Bangun Datar Segitiga…. Kita mulai dengan menyebutkan jenis-jenis segitiga terlebih dahulu!!!

A. Jenis-jenis Segitiga

Jenis-jenis segitiga dapat ditinjau dari besar sudut-sudutnya atau dari panjang sisi-sisinya.

1. Jenis Segitiga yang ditinjau dari besar sudut-sudutnya, antara lain :

a. Segitiga Lancip, yaitu segitiga yang ketiga sudutnya adalah sudut lancip.

b. Segitiga Siku-siku, yaitu segitiga yang salah satu sudutnya adalah sudut siku-siku atau 90º.

c. Segitiga Tumpul, yaitu segitiga yang salah satu sudutnya adalah sudut tumpul atau lebih 90º.

Contoh :

 

2. Jenis Segitiga yang ditinjau dari panjang sisi-sisinya, antara lain :

a. Segitiga Sama Sisi, yaitu segitiga yang panjang ketiga sisinya sama panjang.

b. Segitiga Sama Kaki, yaitu segitiga yang panjang kedua kakinya sama panjang.

c. Segitiga Sembarang, yaitu segitiga yang panjang ketiga sisinya berbeda.

Contoh :

 

B. Keliling dan Luas Segitiga

1. Keliling Segitiga adalah jumlah panjang ketiga sisinya.

K ΔABC = AB + BC + CA

2. Luas Segitiga adalah setengah hasil kali alas dan tingginya.

L ΔABC = ½ x a x t, dimana a = alas segitiga dan t = tinggi segitiga

C. Teorema Phytagoras

a² = b² + c²

b² = a² – c²

c² = a² – b²

atau

a = √b² + c²

b = √a² – c²

c = √a² – b²

Sekian materi tentang bangun datar segitiga, setelah mengerti tentang materi tersebut cobalah kerjakan soal yang ada dibawah ini!!!!! Silakan mencoba!!!!

1. Hitunglah luas dan keliling sebuah segitiga yang dimana alas = 3cm dan tinggi = 4cm!

2. Keliling sebuah segitiga sama kaki 36cm. jika panjang alasnya 10cm, maka luas segitiga tersebut adalah ….

3. Diketahui sudut A dan sudut b saling berpenyiku. Bila sudut A =2 sudut B, maka besar sudut A adalah …

4. Diketahui ΔABC siku-siku di A. Panjang BC = 13cm, panjang AC = ….

5. Sebuah segitiga sama kaki panjang alasnya 12cm dan kelilingnya 32cm, luas segitiga tersebut adalah …

GOOD LUCK

 

 

 

 

PERSAMAAN KUADRAT

Persamaan Kuadrat

Persamaan Kuadrat adalah suatu persamaan dengan pangkat tertinggi dari peubahnya adalah 2 (dua). Bentuk umum dari persamaan kuadrat adalah :

ax² + bx + c = 0, dengan a, b dan c bilangan real dan a≠0.

Untuk menyelesaikan persamaan kuadrat dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu :

1. Memfaktorkan

2. Melengkapkan Kuadrat

3. Menggunakan Rumus

Contoh :

1. Tentukan himpunan penyelesaian dari x² + 8x – 20 = 0 dengan :

a. Memfaktorkan       b. Melengkapkan kuadrat       c. Menggunakan rumus

jawab :

a. Memfaktorkan

x² + 8x – 20 = 0

(x + 10) (x – 2) = 0

(x + 10) = 0 atau (x – 2) = 0

x1 = – 10 atau x2 = 2

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {-10,2}

b. Melengkapkan kuadrat

x² + 8x – 20 = 0

x² + 8x = -20

x² + 8x + (8/2)² = -20 + (8/2)²

x² + 8x + 4² = 20 + 4²

(x + 4)² = 36

√(x + 4)² = ± √36

(x + 4) = ± 6

(x + 4) = 6 atau (x + 4) = -6

x1 = 6 – 4 atau x2 = -6 -4

x1 = 2 atau x2  = -10

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah { -10,2}

c. Menggunakan Rumus

x² + 8x – 20 = 0, maka nilai a = 1, b = 8 dan c = -20. Rumus untuk menyelesaikan persamaan kuadrat adalah :

x1.2 = -b ± √b² – 4ac / 2a

x1.2 = -8 ± √8²- 4.1.(-20) / 2.1

x1.2 = -8 ± √64 + 80 / 2

x1.2 = -8 ± √144 / 2

x1.2= -8 ± 12 / 2

x1 = – 8 + 12/ 2 atau x2 = – 8 -12 / 2

x1 =2 ataux2 = -10

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah { -10,2}

Latihan!!! Silakan mencoba!!!

1. Tentukan himpunan penyelesaian dari -6x² + 17x – 5 dengan menggunakan 3 cara yang telah ditentukan!

2. Jumlah dua bilangan cacah 30, sedangkan hasil kalinya 216. Selisih kedua bilangan itu adalah ….

3. Sebuah persegi panjang berukuran panjang (2x + 3)cm dan lebar (x + 2)cm. Jika luasnya 120cm², maka panjang diagonalnya adalah ….

4. Salah satu titik potong grafik fungsi f(x) = x² – 2x – 3. Dengan garis 2x + y – 1 = 0 adalah ….

5. Akar-akar 2x2 + 13x + 20 = 0 adalah x1 dan x2. Bila x1 > x2, maka hasil x1 – x2 adalah ….

GOOD LUCK

 

MATRIKS

A. Pengertian Matriks

1. Matriks adalah susunan suatu kumpulan bilangan dalam bentuk persegi panjang yang diatur menurut baris dan kolom.

2. Baris suatu matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang mendatar dalam matriks.

3. Kolom suatu matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang tegak dalam matriks.

B. Operasi Hitung pada Matriks

1. Penjumlahan atau pengurangan dua matriks dilakukan dengan menjumlahkan atau mengurangi elemen yang seletak.

Jika A = (aij)m x n dan B = (bij)m x n

maka : A + B = (aij)m x n + (bij)m x n = (aij + bij)m x n

A – B = (aij)m x n – (bij)m x n = (aij – bij)m x n

2. Perkalian Skalar dengan Matriks

Jika A = (aij)m x n

dan k bilangan nyata, maka :k . A = k (aij)m x n = (kaij)m x n

3. Perkalian Dua Matriks

Jika A = (aij)m x n dan B = (bij)n x k

maka : A x B = Cm x k = (cij)m x k

C. Transpos Matriks

Matriks A transpos (At) adalah sebuah matriks yang disusun dengan cara menuliskan baris ke-i matriks A menjadi kolom ke-i dan sebaliknya.

Beberapa sifat matriks transpos :

1. (A + B)t = At + Bt

2. (At)t = A

3. (AB)t = BtAt

4. (kA)t = kAt, dimana k merupakan konstanta

D. Determinan dan Invers Matriks

Jika A dan B adalah matriks bujur sangkar dengan ordo yang sama dan AB = BA = 1, maka B dikatakan invers dari A (ditulis A-1) dan A dikatakan invers dari B (ditulis B-1).

Jika A = é a b ù , maka A-1 =     1       = é  d -b ù
ë c d û                          ad – bc     ë -c  a û

  • Bilangan (ad-bc) disebut determinan dari matriks A
  • Matriks A mempunyai invers jika Determinan A ¹ 0 dan disebut matriks non singular.

    Jika determinan A = 0 maka A disebut matriks singular

 

Sifat-sifat Invers Matriks

a. A . A-1 = A-1 . A = I

b. (AB)-1 = B-1 A-1

 

 

 

 

 


BILANGAN ROMAWI

Didalam pelajaran matematika SD khususnya kelas 4 akan terdapat materi yang mempelajari tentang Bilangan Romawi. Disini akan dijelaskan mengenai materi tersebut dan dilengkapi pula dengan contoh soal serta beberapa soal lainnya.

A. Mengenal Bilangan Romawi
Secara umum, bilangan Romawi terdiri dari 7 angka (dilambangkan dengan huruf) sebagai berikut:

Bilangan Romawi

Untuk bilangan-bilangan yang lain, dilambangkan oleh perpaduan (campuran) dan ketujuh lambang bilangan tersebut.

B. Menulis Bilangan Romawi
B. 1 Hanya boleh berurutan 3 lambang bilangan yang sama.
Contoh: 3 ditulis III, 30 ditulis XXX, angka 4 tidak boleh ditulis IIII tetapi IV.
B. 2 Ketentuan penulisan lambang bilangan romawi:

B. 2. 1 Apabila angka di sebelah kanan kurang atau sama dengan angka yang di sebelah kiri artinya lambang bilangan itu dijumlahkan.
Contoh:
II artinya 1 + 1 = 2
VI artinya 5 + 1 = 6
VII artinya 5 + 1 + 1 = 7
III artinya 1 + 1 + 1 = 3
XI artinya 10 + 1 = 11
XV artinya 10 + 5 = 15

B. 2. 2 Apabila angka disebelah kiri kurang dari angka di sebelah kiri kurang dari angka di sebelah kanan bilangan itu dikurangi.
Contoh:
IV artinya 5 – 1 = 4
XL artinya 50 – 10 = 40
IX artinya 10 – 1 = 9

B. 3 Penulisan lambang bilangan Romawi hanya boleh sebanyak 3 kali berturut-turut.
Contoh:
III = 3 selanjutnya 4 = IV
XLIII = 43 selanjutnya 44 = XLIV
XXX = 30 selanjutnya 40 = XL
XVIII = 18 selanjutnya 20 = XX
XIII = 13 selanjutnya 14 = XIV
XXVIII = 28 selanjutnya 39 = XXXIX
XXIII = 23 selanjutnya 24 = XXIV

C. Menyatakan Bilangan Cacah Sebagai Bilangan Romawi dan Sebaliknya
Contoh:
– Bilangan cacah 8 bilangan Romawinya VIII
– Bilangan cacah 9 bilangan Romawinya IX
– Bilangan cacah 15 bilangan Romawinya XV
– Bilangan cacah 42 bilangan Romawinya XLII
– Bilangan cacah 26 bilangan Romawinya XXVI

D. Menggunakan Bilangan Romawi Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Contoh:
1. Adi mempunyai 80 kelereng, kemudian diberikan kepada adiknya sebanyak 24 buah. Berapa jumlah kelereng Adi sekarang? (tulis dengan lambang bilangan Romawi)
Jawab:
Kalimat matematikanya adalah 80 – 24 = 56
Lambang bilangan Romawi dari 56 adalah LVI
2. 1.496 = 1.000 + 400 + 90 + 6
= 1.000 + (500 – 100) + (100 – 10) + (5 + 1)
= M + CD + XC + VI
= MCDXCVI
Jadi, lambang bilangan Romawi 1.496 adalah MCDXCVI

Nah berdasarkan materi yang di atas, sekarang marilah kita kerjakan beberapa soal latihan berikut ini untuk mempertajam kemampuan kita :

Tulislah bentuk angka Romawi dari beberapa nilai di bawah ini :

  1. 1945
  2. 1990
  3. 2002
  4. 2010
  5. 4555

bilangan romawi?? aarhhh… gampang aja kalau hapal

 

Previous Older Entries